Tampilkan postingan dengan label Pertumbuhan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertumbuhan Anak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Maret 2013

Tip Latihan Jalan Batita


Jadi bagaimana agar si kecil tertantang untuk berjalan? Ini dia beberapa kiatnya:
  • Stimulasi Kemampuannya.
Stimulasi penting untuk menumbuhkan berbagai kemampuan pada anak, termasuk kemampuan berjalannya. Karena itu, lakukan stimulasi di setiap ada kesempatan. Jangan kalah dengan perasaan kasihan karena anak menangis, kasihan karena ia belum mampu, takut anak jatuh, dan lainnya. Berikan contoh dengan berjalan santai di hadapannya. Berikan pujian jika ia berani berjalan satu-dua langkah ke arah kita atau lainnya. Dengan dukungan seperti ini anak akan lebih termotivasi berjalan sendiri.
  • Rangsang dengan benda-benda kesukaan.
Agar ia mau melangkahkan kakinya, cobalah rangsang anak dengan benda-benda kesukaannya, seperti bola, mobil-mobilan, boneka, permainan balok susun, gambar, dan lainnya. Letakkan benda-benda tersebut di hadapannya dan minta ia berjalan mengambilnya. Awalnya, jaraknya tak terlalu jauh, 1 langkah kita misalnya. Tetaplahnya bersiaga untuk menangkap bila ia terjatuh. Seiring meningkatnya kemampuan berjalan anak,  perlebar jaraknya menjadi 2, 3, atau 4 langkah. Tetapi tak perlu memaksanya apalagi memarahinya. Misal,  memintanya berjalan padahal ia belum bisa berdiri dengan baik atau masih sangat takut. Pemaksaan atau kekesalan yang kita tunjukkan padanya akan membuat si kecil semakin enggan mencoba berjalan.
  • Pilih alat yang tepat.
Jika ingin menggunakan alat bantu sebaiknya pilih alat-alat yang memang sudah direkomendasikan oleh ahli, seperti mainan dorongan yang aman yang bisa ia dorong kemana-mana. Jangan menggunakan alat bantu yang malah akan membuat pertumbuhan kakinya terganggu, membahayakan, dan justru  membuatnya malas berjalan, seperti babywalker. Jika ingin membuat alat sendiri seperti kayu berputar yang bertumpu pada satu poros, silahkan saja. Tetapi ini pun perlu dipertimbangkan keamanannya, mulai dari jenis kayu yang digunakan hingga tahapan kemampuan anak berjalan. Jika anak masih belum mampu berjalan sama sekali sebaiknya tak menggunakan alat bantu ini karena akan membuatnya terjatuh.
  • Menatihnya.
Menatih atau menuntun kedua tangan anak untuk berjalan adalah cara alami yang dapat dilakukan. Umumnya, anak-anak yang sudah memiliki kemampuan awal berjalan dengan sendirinya akan minta ditatih. Biasanya, ia akan menarik tangan kita sebagai tanda minta ditemani berjalan. Cara ini ampuh merangsang kemampuan berjalan anak. Tatihlah anak di setiap kesempatan. Dimulai dengan memegangi kedua tangannya, lalu satu tangan, dan akhirnya dilepas sama sekali secara bertahap. Menatih, tidak hanya merangsang kemampuan anak berjalan tetapi juga melekatkan hubungan kepercayaan dengan orangtuanya.  Sentuhan tangan merupakan bentuk komunikasi yang sangat intens.



http://www.tabloid-nakita.com

Gejala Tumbuh Gigi



Tumbuhnya gigi si kecil diawali dengan kemunculan mahkota gigi yang berwarna putih serta lapisan luar email, lalu tampak dentin, disusul pulpa yang merupakan tempat saraf dan pembuluh darah,  terakhir adalah akar gigi. Yang perlu diingat, umumnya proses tumbuh gigi disertai rasa tak nyaman bagi si kecil. Adapun gejala atau reaksi dari ketidaknyamanan ini berbeda-beda alias individual, di antaranya:
  • Gatal pada gusi. Gejala ini cukup sering dialami bayi yang sedang tumbuh gigi, ditandai dengan  bayi selalu ingin menggigit sesuatu, misalnya benda atau mainan yang sedang dipegangnya.
  • Gusi tampak kemerahan dan agak bengkak. 
  • Bayi menjadi rewel dan gelisah, bahkan sulit tidur atau tak nyenyak, akibat rasa tak nyaman lantaran proses erupsi gigi ini.
  • Bayi menjadi tak nafsu makan, malas mengunyah atau makan lantaran suasana di mulutnya tak terasa nyaman.
  • Adakalanya suhu tubuh meningkat meski umumnya tidak sampai demam tinggi.
  • Si kecil banyak mengeluarkan air liur atau ngeces karena terjadi peningkatan tekanan pada otot gerakan di mulut selama proses erupsi gigi susu, sehingga mengaktifkan kelenjar air liurnya.
Tapi jangan panik. Tumbuh gigi adalah proses alami yang pasti dialami oleh semua bayi. Ada beberapa cara untuk meringankan ketidaknyamanannya, antara lain:
  • Berikan mainan gigitan atau teether yang bersih dan aman, sehingga tak membahayakan bayi. Bisa juga dengan memberikan biskuit (bila si kecil sudah mengonsumsi MPASI).
  • Untuk bayi yang sudah mengonsumsi MPASI, sajikan menu yang bervariasi setiap harinya. Dengan begitu, diharapkan nafsu makannya meningkat.
  • Berikan minum lebih banyak sebagai pengganti cairan yang hilang lantaran banyak air liur yang keluar.
  • Alihkan perhatian bayi dengan mengajaknya bermain yang menyenangkan.
 http://www.tabloid-nakita.com/read/1120/gejala-tumbuh-gigi