Tampilkan postingan dengan label Tips Setelah Melahirkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Setelah Melahirkan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 April 2013

Ini Dia Tips Memilih Bra yang Nyaman untuk Ibu Hamil


Jakarta, Saat hamil, bentuk tubuh perempuan tentu berubah. Bukan hanya perut yang membesar, tapi payudara pun ikut membesar. Agar bisa bernapas lega selama kehamilan, Anda sepertinya harus meninggalkan bra yang biasa Anda pakai.

Bra yang baik bukan saja nyaman dipakai tapi juga tidak menghalangi perubahan bentuk tubuh. Nah, saat hamil dari bulan ke bulan tentu payudara Anda akan terus bertambah besar. Tentunya Anda tidak bisa terus-terusan memberi bra baru setiap bulan bukan?

Maternity bra tidak perlu Anda beli sekarang, tapi nanti setelah Anda menyusui si kecil. Lalu bagaimana menyelesaikan masalah bra ini? Berikut ini tips memilih bra yang tepat dan nyaman saat hamil, seperti dikutip dari Boldsky, Selasa (23/4/2013):

1. Bra yang Longgar

Anda membutuhkan bra yang agak longgar, jadi carilah bra lama Anda di lemari. Bra yang sedikit longgar terasa lembut karena sering dicuci dan membuat Anda lebih nyaman.

2. Bra dari Bahan Lentur

Pakailah bra dari bahan elastis yang lentur untuk mengakomodasi bentuk payudara Anda yang jadi lebih mengembang. Jangan membeli bra dengan bantalan empuk di cup-nya atau bra berkawat selama kehamilan.

3. Lepaslah Bra Saat di Rumah

Saat sedang berada di rumah dan dalam kondisi yang memungkinkan, sebaiknya Anda tak perlu memakai bra. Terutama sekali jika kehamilan Anda sudah semakin besar. Sebab dada Anda perlu sedikit bernapas setelah seharian ditopang oleh bra.

4. Pasang Bra Extender

Saat hamil, Anda perlu memasang bra extender yang berisi kaitan tambahan di bagian belakang. Sebab seiring usia kehamilan bertambah dan dada yang membesar, maka bra lama Anda akan terasa kekecilan. Nah, bra extender bisa membantu Anda untuk menambah panjang bra.

5. Bra dengan Cup yang Lebih Besar

Pada saat kehamilan sudah memasuki trimester kedua, hormon kehamilan akan membuat payudara Anda lebih besar. Saat ini, Anda butuh bra dengan ukuran cup yang lebih besar.

6. Bra dengan Tali Lebar

Jangan memakai bra dengan tali tipis dan kecil. Sebab tali yang seperti ini bisa melukai kulit dan menyebabkan alergi. Agar lebih aman, lebih baik Anda kenakan bra dengan tali yang lebih lebar karena akan lebih stabil mendukung payudara Anda.

7. Maternity Bra Saat Hamil 9 Bulan

Saat kehamilan Anda sudah memasuki usia 9 bulan, sudah saatnya Anda membeli maternity bra. Sebab bra ini sekaligus dipersiapkan untuk menyusui saat bayi Anda lahir.


http://health.detik.com

Jumat, 15 Maret 2013

Yang Harus Dibawa Saat Bunda Akan Melahirkan


Sudah diperkirakan oleh dokter bahwa Anda akan segera bersalin beberapa hari lagi. Bagaimanakah perasaan Anda saat ini? Deg-degan itu pasti, apalagi bagi Anda yang baru pertama kali menjalani persalinan.
Ok, bagaimana persiapan Anda saat ini? Apakah nama bayi sudah disiapkan saat si kecil lahir? Bagus... Persiapan nama sudah, sekarang tinggal menyiapkan barang-barang apa saja yang harus dibawa saat berangkat untuk bersalin nanti.
Disarankan, saat sudah mendekati tanggal bersalin (yang diperkirakan dokter), Anda dan suami wajib menyiapkan beberapa barang baik untuk Anda, bayi dan suami nanti. Jangan menyiapkan dadakan, karena justru akan mempersulit Anda, apabila sewaktu-waktu jam bersalin maju.
Nah, berikut adalah daftar barang yang harus disiapkan saat bersalin
Untuk ibu:
baju bukaan depan/kancing depan untuk menyusui
pakaian dalam maternity
alat mandi pribadi
buku atau music player untuk mengusir kebosanan serta mengalihkan perhatian dari rasa sakit
kartu kesehatan dan kontrol rumah sakit
Untuk ayah:
baju ganti
alat mandi
berkas-berkas untuk pengurusan akte
uang tunai
Untuk bayi:
kain bedong
kaus tangan
kaus kaki
topi
popok bayi
bedak bayi
minyak telon
Proses persalinan membutuhkan energi yang cukup besar (terutama bersalin dengan cara normal), untuk itu pastikan Anda beristirahat cukup, makan cukup dengan nutrisi seimbang, serta jaga kondisi tubuh agar tidak sakit.
(vem/bee)

Kamis, 21 Februari 2013

Latihan untuk Meratakan Perut Setelah Melahirkan


Setelah melahirkan, seorang wanita tentu akan kehilangan bentuk badannya yang ramping seperti sebelum hamil. Otot perut akan mengendur dan perut menjadi buncit bergelambir yang dapat mengganggu penampilan wanita.

Lakukan beberapa latihan yang dapat mengencangkan otot perut dan membuat perut kembali rata. Tetapi berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui apakah Anda memenuhi persyaratan untuk melakukan latihan tersebut.

Seperti dilansir onlymyhealth, Jumat (24/8/12) berikut jenis latihan yang dapat Anda lakukan untuk meratakan perut setelah melahirkan:

1. Sit up

Untuk mengembalikan bentuk tubuh seperti sedia kala sebelum hamil dan melahirkan, mulailah dengan latihan sederhana seperti sit up. Luangkan waktu dan kerahkan sedikit usaha untuk melakukan gerakan sit up, karena dapat membantu meratakan perut.

Berbaringlah dalam posisi telentang dan kemudian tekuk kedua lutut. Angkat badan untuk menekan otot perut. Latihan ini bisa dilakukan sepanjang hari secara berkala agar perut kembali rata.

2. Latih otot punggung Anda

Berbaringlah dengan punggung di lantai lalu tekuklah kedua lutut Anda dan tempatkan tangan di belakang leher untuk mendukung kepala Anda. Tekan punggung bagian bawah ke lantai dan kemudian angkat kepala dan bahu dari lantai.

Ulangi latihan ini hingga 10 sampai 15 kali. Tingkatkan level kesulitan dengan mengangkat kaki dari lantai selama pengulangan atau melakukan beberapa variasi seperti kaki miring ke samping. Latihan ini dilakukan untuk menyelaraskan otot yang miring pada sisi badan Anda.

Ini Dia Strategi Memerah ASI di Tempat Kerja


Pekerjaan sebaiknya jangan dijadikan alasan yang menghalangi ibu bekerja untuk dapat memberikan ASI eksklusif kepada anaknya selama 6 bulan. Di tempat kerja atau kantor, ibu dapat memerah ASI dan disimpan dalam kulkas untuk diberikan kepada si buah hati di rumah.

Menurut pakar laktasi, dr Wiyarni Pambudi, SpA yang akrab disapa dengan nama dr Wiwin, ibu menyusui yang tinggal di rumah perlu memerah ASI paling tidak setiap 8 jam sekali. Tujuannya agar payudara lebih nyaman, mencegah mastitis atau peradangan jaringan payudara, menjaga produksi ASI dan menghindari pemberian produk pengganti ASI.

Sedangkan pada ibu bekerja, memerah ASI perlu dilakukan setiap 3 - 4 jam sekali atau sesuai dengan kebiasaan menyusui bayi. Tujuannya adalah untuk menyiapkan stok ASI pada hari kerja berikutnya untuk bayi di rumah. Saat weekend, sebaiknya bayi langsung diberi ASI segar dari ibunya karena kandungan nutrisinya lebih bagus.

"Saya menganjurkan untuk memerah ASI dengan tangan karena lebih alami, payudara lebih nyaman dan tidak tergantung listrik atau baterai. Namun ini perlu latihan," kata dr Wiwin dalam seminar 'Kiat Sukses Memberikan ASI bagi Ibu Bekerja' yang diselenggarakan Sentra Laktasi Indonesia di Gedung Kemenkes RI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, dan ditulis pada Senin (17/12/2012).

Dilakukan Benar, IMD Tidak akan Membuat Bayi Meninggal di Payudara Ibu


Inisiasi menyusui dini (IMD) sangat penting bagi bayi. Sebab dengan IMD, bayi tidak kehilangan colostrum, ASI yang keluar pertama kali dan mengandung lebih banyak zat kekebalan tubuh. Jika dilakukan dengan benar, IMD tidak akan membuat bayi meninggal di atas payudara ibu.

"IMD tidak akan membuat bayi meninggal. Maka itu jangan dibiarkan ibu dan bayi sendirian saat IMD dilakukan. Harus dilakukan di depan ayah, jadi kalau hidung bayi tertutup payudara ibu bisa segera diperbaiki posisinya," tutur dr. Utami Roesli SpA SpA, IBCLC, FABM , IBCLC, FABM.

Hal itu disampaikan dia usai talkshow 'Ibuku, InspirASIku- a Tribute to #NenekASI' yang digelar oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dan Save The Children Indonesia di FX Lifestyle X'nter Mall, Jl Sudirman, Jakarta, dan ditulis pada Selasa (25/12/2012).

Hormon Cinta Bantu Kurangi Rasa Sakit Setelah Melahirkan


Setelah menjalani proses persalinan terkadang ibu masih merasakan rasa sakit atau nyeri di tubuh hingga beberapa bulan berikutnya. Tapi ternyata hormon cinta atau oksitosin bisa membantu kurangi rasa sakit setelah melahirkan.

Sakit kronis setelah persalinan memang kadang ditemui, tapi perubahan biologis tertentu dapat mencegah perkembangan rasa nyeri setelah melahirkan. Hal ini diungkapkan dari hasil 2 studi berbeda.

Pada studi pertama peneliti mewawancarai lebih dari 1.200 perempuan. Diketahui sekitar 1,8 persen perempuan masih merasa sakit dan nyeri hingga 6 bulan kemudian, dan 0,3 persen perempuan sakit hingga setahun. Hasil studi ini diterbitkan dalam jurnal Anesthesiology.

"Studi ini menunjukkan mungkin ada mekanisme melindungi yang aktif sekitar waktu persalinan untuk mencegah nyeri kronis," ujar Dr James Eisenach, professor of obstetric and gynecologic anesthesia di Wake Forest Baptist Medical Center, seperti dikutip dari HealthDay, Jumat (4/1/2013).